Matius 11 : 20 mengatakan, “Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya.” Tuhan melanjutkan, “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!”, sebab mereka telah menolak Dia. Mengenai Kapernaum Ia berkata, “Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati.” Dia pun mengatakan tentang Kapernaum, “Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu” (Mat. 11:24).
Matius 11:25-26 mengatakan, “Pada waktu itu berkatalah Yesus: ‘Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.’” Kata Yunani “bersyukur” dalam ayat di atas berarti mengakui dengan pujian. Tuhan mengakui dan memuji jalan Bapa dalam melaksanakan kehendak-Nya. Meskipun orang tidak menanggapi pelayanan-Nya, malah menghina-Nya (ayat 16-19) dan kota-kota yang besar menolak-Nya (ayat 20-24), Dia memuji Bapa, mengakui kehendak Bapa. Dia tidak mencari kemakmuran dalam pekerjaan-Nya, melainkan mencari kehendak Bapa. Kepuasan-Nya dan perhentian-Nya tidak bertumpu pada pengertian dan penyambutan manusia, melainkan pada Bapa (ayat 26-27). Kristus percaya bahwa penolakan kota-kota terhadap-Nya bukan kebetulan, melainkan berasal dari Bapa.
Bagaimana situasi kita hari ini? Ketika kita ditolak, ditentang, dikritik, diserang, dan dikutuk, dapatkah kita memuji Bapa? Pernahkah kita berkata, “Bapa, aku memuji Engkau karena penolakan dan tentangan keluarga dan teman-temanku?” Kita perlu mengenal bahwa penolakan semacam itu berada di bawah kedaulatan Bapa, dan kita harus bisa memuji Dia karenanya.
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
- Bagaimana respon Yesus dalam menghadapi penolakan dan penghinaan dari orang banyak? (Mat. 11 : 25 – 26)
- Bagaimana seharusnya sikap Anda ketika mengalami hal itu?
BACAAN ALKITAB SETAHUN: Amsal pasal 13 – 15
“Kepuasan-Nya dan perhentian-Nya tidak bertumpu pada pengertian dan penyambutan manusia, melainkan pada Bapa.”