Terlepas dari segala sesuatu yang terjadi semua atas seijin Tuhan, masalah kesehatan tubuh bukan hanya dipengaruhi oleh pola makan/pola hidup, atau pekerjaan si jahat saja, tetapi dapat juga berhubungan dengan kondisi hati. Amsal 14 : 30 katakan, “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang”. Kondisi batin seperti kepahitan, kekhawatiran, atau kemarahan dapat melemahkan tubuh kita. Sebaliknya, sukacita dari Tuhan memulihkan tenaga. Karena itu, selain senantiasa meminta perlindungan Tuhan dan menjaga / merawat tubuh kita dengan baik, kitapun harus menjaga hati kita, karena dari situlah terpancar kehidupan (Ams. 4 : 23).
Hati yang tenang berasal dari kepercayaan penuh kepada Tuhan dan rencana-Nya di dalam setiap keadaan. Iman kepada Tuhan memberikan kehidupan, kesehatan jasmani, serta ketenangan batin dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang sedang terjadi. Jadi, persoalannya bukanlah berapa banyak dan berat masalah yang sedang kita hadapi, tetapi bagaimana hati kita dalam menghadapi semua itu.
Sebaliknya, firman Tuhan katakan iri hati, atau kondisi hati kita yang lain yang negatif akan membusukkan tulang. Kondisi hati yang negatif akan mempengaruhi keadaan fisik kita. Kondisi hati yang negatif akan menggerus sukacita, kedamaian, dan iman, serta berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental kita. Karena itu, sebagai orang percaya, kita harus belajar merasa cukup dengan apa yang Tuhan berikan, daripada kita berpikir hal-hal yang negatif dan menyimpan iri hati terhadap orang lain.
Untuk Direnungkan:
- Apa yg dikatakan dapat menyegarkan tubuh kita? (Ams. 14 : 30)
- Bagaimanakah kondisi hati Anda hari-hari ini?
BACAAN ALKITAB SETAHUN: Yesaya pasal 61 – 63
“Kondisi hati yg negatif akan menggerus sukacita, kedamaian, & iman, serta berdampak buruk pada kesehatan fisik/mental kita.”