Dalam hal mengelola keuangan keluarga, sebagai orang percaya, ada hal-hal yang juga harus kita perhatikan, yaitu gereja, pekerjaan Tuhan dan sesama. Uang atau harta kekayaan yang Tuhan percayakan kepada kita bukanlah hanya untuk kebutuhan pribadi atau keluarga kita sendiri saja. Tetapi Tuhan inginkan melalui apa yang terima itu, kita juga dapat menopang pekerjaan Tuhan melalui gereja lokal, bahkan kita dapat membantu orang lain yang membutuhkan.
Amsal 3 : 9 katakan, “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu, dan dengan
hasil pertama dari segala penghasilanmu.” Penghasilan kita bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kita, tetapi juga untuk memuliakan Tuhan. Karena itu, didalam anggaran keuangan kita, kebutuhan untuk hal ini pun harus diperhitungkan. Mulai dari persepuluhan, persembahan khusus, atau persembahan rutin tiap minggunya dalam ibadah.
Tidak banyak keluarga-keluarga Kristen yang memiliki anggaran khusus untuk pekerjaan Tuhan atau gereja, kita lebih cenderung dalam memberikan persembahan bagi gereja secara tidak teratur. Seberapa besar yang harus kita kembalikan kepada Tuhan, seberapa besar yang harus kita persembahkan untuk
keperluan pelayanan, semua itu terkadang tanpa perencanaan dan kesepakatan di dalam keluarga. Seluruh hidup kita, termasuk uang atau harta kita adalah milik Tuhan yang dipercayakan untuk kita kelola. Karena itu sudah seharusnya, bagi gereja-Nya dan bagi pekerjaan-Nya kita juga belajar untuk memberikan yang terbaik dari harta kita.
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
- Apa yang Tuhan ingatkan pada kita? (Rm. 13 : 8a). Bagaimana kita dapat terbebas dari hal ini? (Ibr. 13 : 5)
- Apakah Anda terjerat hutang? Mengapa?
BACAAN ALKITAB SETAHUN: Mazmur pasal 107 – 109
“Banyak orang berhutang bukan karena kebutuhan hidupnya,
tetapi karena keinginan dagingnya. “