“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak. 5 : 17). Sebagai orangtua, apakah Anda adalah orangtua yang senantiasa mendoakan anak-anak Anda? Sebagai seorang anak, apakah Anda juga adalah anak-anak yang berdoa buat orangtua Anda? Setiap anggota keluarga harus saling menopang satu dengan yang lain; selain nasihat dan dukungan, doa menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan. Setiap anggota keluarga harus belajar saling mendoakan. Baik di dalam doa-doa pribadi, maupun di dalam mezbah keluarga setiap hari.
Bahkan Yakobus 5 : 17 mengajarkan bukan hanya saling mendoakan saja, tetapi juga saling mengaku dosa. Dengan demikian, keluarga akan dipulihkan dan menjadi keluarga yang sehat dan kuat. Mungkin kita pernah mendoakan anak-anak kita, orangtua, adik kakak atau saudara kita lainnya di dalam keluarga, tetapi itu bukanlah sesuatu yang perlu kita lakukan hanya “sesekali” saja, tetapi harus menjadi kebiasaan rohani kita. Kalau kita bisa berdoa bagi diri sendiri, maka kitapun harus mulai bisa mendoakan anggota keluarga kita lainnya.
Kita dapat lakukan ini di dalam mezbah keluarga kita, orangtua-orangtua dapat memberikan berkat Tuhan kepada anak-anak mereka, anak-anak juga dapat mendukung dalam doa bagi pekerjaan orangtua mereka. Mari mulailah membangun kebiasaan “saling mengaku dosa dan saling mendoakan” ini di dalam keluarga kita, supaya keluarga kita disembuhkan, dipulihkan, dan menjadi keluarga yang kuat dan saling menopang.
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
- Apa yang harus kita lakukan satu dengan yang lain, termasuk di dalam keluarga kita? (Yak. 5 : 17)
- Apakah Anda telah mempraktekkan kebenaran ini? Mengapa?
BACAAN ALKITAB SETAHUN: Imamat pasal 18 – 20
“Kalau kita bisa berdoa bagi diri sendiri, maka kitapun harus mulai bisa mendoakan anggota keluarga kita lainnya.“