Hal apa lagi yang seringkali mengikat kita sehingga membuat keluarga kita tidak dapat merdeka? Yang paling sering adalah kepahitan. Kita tidak menampik bahwa di dalam keluarga Kristen, seringkali terjadi konflik yang akhirnya menimbulkan kepahitan satu dengan yang lain sesama anggota keluarga. Orang tua dengan anak, adik dan kakak, suami dengan isteri, atau dengan menantu atau mertua (bahkan mungkin dengan saudara dari pasangan kita). Tahukah kita bahwa hal itu akan memberikan dampak yang negatif termasuk juga kepada keluarga kita. Kalau kita ingin memiliki keluarga yang kuat, maka setiap anggota keluarga harus menang atas hal ini.
“Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” (Ef. 4 : 31). Kepahitan, kemarahan, bukanlah sesuatu yang harus disimpan, sebaliknya hal itu adalah sesuatu yang firman katakan harus kita buang. Karena semua hal-hal itu akan merusak dan menghancurkan keluarga kita. Sebaliknya, firman Tuhan katakan, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, …” (Ef. 4 : 32).
Setiap anggota keluarga harus belajar rendah hati, bisa menerima satu dengan yang lain dalam kekurangan mereka. Jika terjadi konflik, selesaikan secepatnya, saling mengampuni dan jangan berlarut-larut sehingga menimbulkan kepahitan. Ibrani 12 : 15 katakan bahwa akar pahit akan menimbulkan kerusuhan, membuat keluarga tidak harmonis dan mudah dihancurkan.
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
- Hal apa yang harus kita buang? (Ef. 4 : 31). Sebaliknya, apa yang harus dilakukan? (Ef. 4 : 32)
- Masih adakah kepahitan dalam keluarga Anda?
BACAAN ALKITAB SETAHUN: Lukas pasal 13 – 15
“Kalau kita ingin memiliki keluarga yang kuat, maka setiap anggota keluarga harus menang atas kepahitan.“