Sama seperti suami, istri juga memiliki peran yang mulia dan vital dalam keluarga Kristen, yang juga didasarkan pada teladan Kristus dan prinsip-prinsip Alkitab. Ini mencakup peran sebagai penolong dan pemegang hikmat dalam mengatur keluarga sehari-hari. “TUHAN Allah berfirman, “tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja, Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kej. 2 : 18). Kata "penolong" dalam bahasa alinya tidak berarti "bawahan", tetapi lebih mengacu pada "kekuatan yang cocok" atau "pendamping yang setara" yang membawa pertolongan. Ini menunjukkan bahwa peran istri sebagai penolong adalah peran yang kuat dan berharga.
Seorang istri adalah pelengkap bagi suaminya, membawa perspektif, kekuatan, dan karunia yang unik yang diperlukan untuk kesejahteraan keluarga (Ams. 31 : 10 – 31). Seorang istri melengkapi suami dalam segala hal yang ia butuhkan, baik dalam pengambilan keputusan, dukungan emosional, maupun spiritual. Seorang istri yang saleh dapat menjadi sumber kekuatan dan penghiburan yang luar biasa bagi suaminya (1 Ptr. 3 : 1 – 2).
“Hai isteri, tunduklah kepada suamimu, seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri …” (Ef. 5 : 22 – 23b). Ketundukan di sini bukanlah perbudakan atau kehilangan identitas, melainkan pengakuan terhadap tatanan Allah dalam pernikahan. Ini adalah ketundukan yang sukarela, yang dilakukan "seperti kepada Tuhan," yang berarti itu adalah tindakan iman dan kasih kepada Kristus. Dan ketundukan ini bukan pasif, melainkan aktif dan penuh hikmat, yang memungkinkan seorang istri untuk memberikan masukan, nasihat, dan dukungan yang berharga bagi suaminya. Karena itu, sebagai isteri, kita juga harus bertanya kepada Tuhan tentang visi yang didapatkan oleh suami, setelah itu visi tersebut dapat dilakukan bersama-sama. Banyak persoalan keluarga terjadi oleh karena suami dan isteri tidak berjalan dengan visi yang sama. Seorang isteri juga harus memiliki kecantikan batin, yaitu roh yang lemah lembut dan tenteram (1Ptr. 3 : 4). Sehingga di dalam menjalankan visi Tuhan bersama, tidak dijalankan dengan roh pemberontakan.
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
1. Bagaimana sikap seorang isteri terhadap suami? (Ef. 5 : 22 – 23)
- Sudahkan kebenaran ini Anda lakukan?
BACAAN ALKITAB SETAHUN: 1 Korintus pasal 1 – 3
“Seorang istri yang saleh dapat menjadi sumber kekuatan dan penghiburan yang luar biasa bagi suaminya.”